Sejarah Balai Riset Budidaya Ikan Hias

Balai Riset Budidaya Ikan Hias

  1. Sejarah

Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) adalah salah satu Balai Riset di bawah Pusat Riset Perikanan yang berfungsi sebagai lembaga penghasil teknologi hasil riset budidaya ikan hias air tawar yang bernaung di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

BRBIH Depok didirikan pada tahun 1957. Pada awal tahun 1957, BRBIH ini bernama Stasiun Penyelidikan Perikanan Darat, lalu pada tahun 1975 berubah menjadi Pusat Percobaan Perikanan Darat. Pada tahun 1980 BRBIH berubah menjadi Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, di tahun 1995 menjadi Instansi Penelitian Perikanan Air Tawar, dan tahun 2002 menjadi Instansi Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar. Pada tahun 2005, berubah menjadi Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar. Pada tahun 2010 berubah kembali menjadi Balai Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (BRBIH). Pada september tahun 2011, berubah kembali menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH). Terakhir pada tahun 2017 dengan landasan hukum berupa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Nomor 14/PERMEN-KP/2017. berubah nama menjadi BRBIH ini sudah mengalami perubahan nama sebanyak Sebelas kali dari sejak awal berdirinya.

1957    : Balai Penyelidikan Perikanan Darat

1963    : Lembaga Penelitian Perikanan Darat

1975    : Pusat Percobaan Perikanan Darat

1980    : Balai Penelitian Perikanan Darat

1984    : Balai Penelitian Perikanan Air Tawar

1985    : Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar

1995    : Instalasi Penelitian Perikanan Air Tawar

2002    : Instalasi Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar

2005    : Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar

2009    : Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok

2011    : Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias

2017   : Balai Riset Budidaya Ikan Hias

 

VISI

Visi yang dimiliki adalah sebagai penghasil teknologi terdepan, inspirator dan motivator dalam pembangunan budidaya ikan hias di Indonesia.

MISI

Misi yang ditetapkan adalah untuk mendukung peningkatan produksi budidaya dan kawasan ikan hias yang dapat mensejahterakan pembudidaya ikan hias.

TUJUAN

  1. Mengidentifikasi dan menentukan arah Penelitian dan Pengembangan yang difokuskan pada isu-isu strategis dengan memperhatikan kendala, tantangan, peluang dan sumber daya yang tersedia, serta dijabarkan dalam program lebih lanjut dengan berbagai tahapan penyusunan yang dihasilkan dan yang dibutuhkan.
  2. Menyatukan persepsi serta langkah untuk memperbanyak ikan hias air  tawar dan laut di luar habitatnya dan menjaga kelestariannya di alam.
  3. Mensosialisasikan keberhasilan Penelitian dan Pengembangan reproduksi ikan hias di luar habitatnya dalam rangka peningkatan produksi melalui penguasaan IPTEK.   
  4. Melakukan pertukaran informasi yang terkait dengan berbagai aspek ikan hias.

SASARAN

Peningkatan produktivitas budidaya ikan hias air tawar asli Indonesia yang potensial, peningkatan pendapatan pembudidaya, dan penyediaan lapangan kerja sesuai dengan target Kementrian Kelautan dan Perikanan.

 

TUPOKSI

            Tugas pokok dan fungsi Balai Riset Budidaya Ikan Hias adalah “melaksanakan Penelitian dan Pengembangan strategis di bidang budidaya ikan hias air tawar, ikan hias air payau dan ikan hias air laut berdasarkan lingkungan fisik serta berperan aktif sebagai penghasil teknologi dari hulu hingga ke hilir secara langsung”.

  1. Geografis

Kota Depok merupakan wilayah termuda di Jawa Barat dengan  luas wilayah sekitar 200,29 km2. Secara geografis,  Kota Depok terletak pada koordinat 6o 19’ 00” – 6o 28’ 00” Lintang Selatan dan 106o 43’ 00” – 106o 55’ 30” Bujur Timur. Letak goegrafis ini menjadikan Kota Depok  berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan Kecamatan  Ciputat Kabupaten Tangerang di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi dan Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor di sebelah timur, Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor di sebelah selatan serta Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor di sebelah barat.

Bentang alam Kota Depok dari Selatan ke Utara merupakan daerah dataran rendah - perbukitan bergelombang lemah, dengan elevasi antara 50 – 140 meter diatas permukaan laut dan kemiringan lerengnya kurang dari 15 persen. Kota Depok juga dialiri oleh sungai-sungai besar yaitu Sungai Ciliwung dan Cisadane serta 13 sub Satuan Wilayah Aliran Sungai. Kota Depok merupakan dataran rendah bergelombang dengan kemiringan lereng yang landai dengan rata-rata ketinggian mencapai 121 meter dari permukaan laut dan merupakan daerah resapan air bagi DKI Jakarta.

e-Pegawai KKP
Peniliti Lipi